Senin, 27 Juli 2015

Malas Dandan, Pakai Jilbab Instan

Assalamu'alaikum,

Ada yang bilang, kalo calon baby-nya cowok, emaknya jadi malas dandan. Apakah anakku cowok? Hihihi rahasia... Yang jelas sekarang aku mengalami fase malas banget keluar rumah kalau nggak perlu-perlu banget, dimulai dari malas dandan dan dress up.

Baru kelihatan agak cakepan kalo pake BB cream, pensil alis, eyeliner & lipstik :p

Pernah suatu hari aku diajak mertua ke Mangga Dua. Mungkin sugesti karena males-malesan, eh mendadak meriang. Trus kalo jalan ke mall tanpa juntrungan untuk sekedar cuci mata, bawaannya pegal-pegal kepingin cepat pulang. Alhasil pergi-pergi cuma sekadar ke toko buah atau supermarket yang emang benar-benar butuh. Dan semua dilakukan dengan baju seadanya dan muka pucat polos. Mana pregnancy glow yang 'katanya' bakalan muncul??? Kenapa aku nggak glowing seperti Alodita?? Huahahhaa....

Khimar Instan Misis Devi

Rejeki datang tanpa diduga, temanku Devi Yanuari, menawarkan aku mencoba jilbab instannya yang lagi hits di per-instagram-an: Khimar Misis Devi. Dia memproduksi sendiri khimar-khimarnya, mulai dari beli kain sampai jadi jilbab siap pakai.

Selama ini aku pakai jilbab instan bahan kaos, yang jelas kelihatan banget kalau itu jilbab slobokan. Nah jilbab Misis Devi ini bahannya cerutti. Aku awalnya sangsi takut nggak cocok, karena merasa jidatku lebih pantas pakai jilbab dengan ciput bertopi. Eh ternyata begitu pakai khimar Misis Devi, langsung jatuh hati. Khimarnya pas banget membingkai mukaku, dan terlihat rapi seperti bukan jilbab instan.

Ini reportase kegiatanku *halah* pakai khimarnya, yang ketika dandan, ngatur jilbabnya nggak sampai 1 menit:

Kontrol Obgyn - 20 weeks & 4 days of pregnancy
Habis kontrol obgyn, langsung melipir ke mall buat beli ta'jil milk tea :p (hore akhirnya ke mall lagi demi milk tea).



Event Bukber with Scarf Magazine - 21 weeks & 4 days of pregnancy
Sekali-kalinya datang event undangan blogger, karena udah lama banget nggak beredar. Kangen teman-teman IHB juga hihihi...



Bener-bener tertolong deh sama jilbab instan ini, siap-siapnya jadi gampang. Sehabis wudhu pun tinggal slobok dan kasih pentul di atas :D

Buat yang penasaran sama khimar Misis Devi, silakan langsung ke IG @mrsdeviyanuari yaaa... Aku akhirnya nambah beli 2 khimar lagi buat koleksi hihihihi... Kemarin dipakai untuk mudik, sayang nggak foto-foto.

PS: Di sini, jilbab coklat yang aku pakai adalah seri Azalea (warna sweet choco), sedangkan jilbab pink terang dari seri Ghaniyah (warna cherry). Bedanya apa? Beda jenis bahan ceruti-nya. Ceruti Azalea lebih tipis (tapi sudah didobel dua sama Misis Devi) dan lebih kaku daripada Ghaniyah. Kalau Ghaniyah, khimarnya lebih lebar dan bahan lebih lentur.

Lumayan banget deh, sekarang jilbab instan berasa 'pantas' untuk jalan-jalan dan acara semiformal.

Kalau kamu, suka pakai jilbab instan juga?

Jumat, 03 Juli 2015

Cerita Ramadhan 2015: Hamil dan Puasa?

Assalamu'alaikum, teman-teman muslim yang sedang menikmati indahnya Ramadhan :D Tahun ini, Ramadhanku berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena Allah menitipkan makhluk mungil di dalam perut :") Menjelang bulan puasa tiba, dimana usia kehamilanku mencapai 5 bulan, aku dilanda kegalauan: puasa nggak ya?

Ketika check up ke obgyn Mei lalu, aku sudah sempat menanyakan. Dokter bilang sih ibu hamil berpuasa nggak apa-apa, asalkan ibu dan bayinya sehat. Saat itu, si dedek diperiksa dan kondisinya normal. Alhamdulillah!


Aku juga rajin mencari ilmu (baca: browsing :p) ke berbagai sumber untuk memperkuat keyakinanku, bahwa aku sanggup puasa, dan puasa ini nggak akan membahayakan calon bayiku.

Apakah Ibu Hamil Tetap Wajib Puasa?

Allah tidak memberatkan hamba-Nya, karena itu Ia mengatur kemudahan-kemudahan untuk ibu hamil.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ نِصْفَ الصَّلَاةِ وَالصَّوْمَ، وَعَنِ الْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ

“Sesungguhnya Allah menggugurkan kewajiban bagi musafir setengah shalat dan puasa, demikian pula bagi wanita hamil dan menyusui.” (Hadits riwayat Ahmad, Nasai, dan Abu Daud) [1]

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

”Barangsiapa diantara kalian yang sakit atau melakukan safar maka dia mengqadha sejumlah puasa yang ditinggalkan di hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184). [1]

Wanita hamil boleh tidak berpuasa apabila ia mengkhawatirkan keadaan dirinya, keadaan dirinya dan buah hati, atau keadaan buah hatinya saja jika ia berpuasa. Pada keadaan ini, seorang ibu hamil (atau ibu menyusui) bagaikan orang yang sedang sakit.

Namun apakah semua ibu hamil tidak perlu berpuasa? Nah ini 'kan yang jadi pertanyaan. Hati kecilku bilang, yang boleh meninggalkan puasa adalah ibu hamil yang sedang dalam kondisi susah payah. Misalnya mereka yang seharian mual muntah di trimester 1. Atau yang hamilnya sakit-sakitan. Atau yang sudah kontraksi dan siap-siap melahirkan :D Tentunya berpuasa akan berbahaya bagi ibu dan janin kalau sampai kekurangan gizi dan dehidrasi.

Aku menemukan jawaban ini:
Disebutkan dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (10/226)
"Adapun wanita hamil, maka wajib baginya berpuasa saat kehamilannya kecuali jika dia khawatir apabila berpuasa akan berbahaya bagi dirinya atau janinnya. Maka dia diberikan keringanan untuk berbuka dan mengqadhanya setelah dia melahirkan dan selesai dari nifas." [2]
Nah! Berarti kalau hamilnya sehat, sahur dan berbuka gizinya cukup, bumil tetap berusaha untuk puasa 'kan?

Tidak Puasa Ketika Hamil: Qadha atau Bayar Fidyah?

Ada beberapa pendapat yang menyatakan kalau ibu hamil yang meninggalkan puasa cukup menggantinya dengan membayar fidyah. Tapi makin aku baca, aku makin yakin kalau ibu hamil tetap harus mengganti (qadha) puasanya setelah ia mampu berpuasa. Yaaaa, bisa jadi 2 tahun kemudian, setelah selesai masa menyusui :)

Ada bacaan bagus dari hukum-islam.com perihal hukum puasa Ramadhan bagi ibu hamil dan menyusui ini, disertai penjelasan yang lengkap, hingga akhirnya sampai pada kesimpulan:
...yang tidak berkewajiban untuk mengqadha puasa dan hanya berkewajiban membayar fidyah hanyalah orang yang sudah tua atau udzur yang tidak mungkin akan bisa mengqadha di hari kemudian karena tentu di hari kemudian orang yang sudah udzur akan semakin udzur lagi. [3]

Pendapat Dari Segi Medis Tentang Puasa dan Kehamilan

Ijin mengutip dari www.pdpersi.co.id,
Menurut Ahli kebidanan dan kandungan Klinik Yasmin dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dr. Marly Susanti SpOG, ibu hamil yang mengerjakan puasa Ramadhan dan janinnya tidak akan kekurangan gizi. Asalkan, ia mengkonsumsi makanan seimbang selama buka puasa, sahur, dan di antara buka dan sahur. Puasa juga tidak mempengaruhi berat badan bayi yang akan lahir.

Namun, menurut dr. Marly, bila ibu hamil atau menyusui merasa lemah, pusing, mual, keluar keringat dingin atau masalah kesehatan seperti hipertensi, sebaiknya bumil segera batalkan puasa lalu langsung makan dan minum.

Tips-tips berpuasa bagi ibu hamil juga bisa dibaca di web bidanku, lengkap hingga tips sahur dan berbuka.

Pengalamanku Puasa Ketika Hamil

Hari pertama puasa, deg-degan. Bismillah, semoga kuat! Eh alhamdulillah beneran lancar puasanya :D Sayang dua hari kemudian aku terserang flu parah dan sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta, sehingga aku memutuskan untuk nggak berpuasa. Sekitar 3 hari aku nggak puasa karena berusaha menyembuhkan flu yang menyerang. Apalagi orang hamil 'kan nggak bisa minum sembarang obat, jadi harapan penyembuhanku adalah minum banyak air putih, serta membuat campuran madu dan lemon.

Suami yang awalnya khawatir, takut istri dan bayinya kurang gizi, sempat bilang, "Jangan puasa lah Yak, kasian dedeknya..." Tapi setelah aku sembuh flu dan kutunjukkan semua artikel penemuanku tentang hukum puasa bagi bumil, malah dia yang semangat nyuruh aku puasa (terutama kalo tengah hari aku mengeluh perut kruyukan). "Daripada utang puasamu makin banyak lho!" katanya. Iya iyaaaa bosss!

Lalu ada 1 hari lagi aku batal puasa di siang bolong, karena ngepel rumah dan menyikat WC yang ujungnya aku keringatan dan gemetaran. Ya sudahlah ya, Allah Maha Tahu kemampuan hamba-Nya kok. Semoga hari-hari puasa ke depan aku bisa lebih sehat lagi, mampu mengatur asupan gizi dan aktivitas. Masih ada setengah bulan lagi, semangat!

Pengalaman Puasa Teman-teman yang Hamil

Ini beberapa pengalaman teman yang aku kutip dari Path dan whatsapp-ku :D

Mya: "Aku tetap puasa waktu hamil. Karena kalo nggak puasa juga mual dan nggak mau makan XD Daripada sama-sama gak makan akhirnya milih puasa." (Now mom of a healthy toddler)

Inez: "Aku dulu full puasa. Bisa kok :D Tapi pas menyusui cuma kuat puasa setengah bulan. Menurutku, lebih berat puasa waktu menyusui daripada hamil." (Mom of a healthy daughter)

Sitta: "Dulu aku bayar fidyah, karena waktu puasa jadi nggliyeng (pusing) dan bayinya makin banyak gerak. Puasa waktu menyusui juga makin bikin nggliyeng..." (Mom of a healthy infant)

Indah: "Alhamdulillah puasa lancar, udah coba puasa waktu nyaur kemarin. Dipikir-pikir puasa kan karena Allah. Buat ibadah insya Allah dikuatkan..." (4 months pregnant)

---
Intinya, bumil tau kok batasan tubuhnya. Kalau nggak kuat puasa ya jangan dipaksakan, kalau sehat dan dapat ijin dokter, yuk kita puasa.

Gimana pengalaman Ramadhan-mu tahun ini? Ayo di-share yuk, sambil ikutan challenge Ramadhan Indonesian Hijab Blogger :D Semoga tulisannya bisa bermanfaat, menginspirasi, atau minimal menghibur hehehehe...



Sumber copy kutipan
[1] http://muslimah.or.id/fikih/qadha-fidyah-bagi-wanita-hamil-dan-menyusui-1.html
[2] http://islamqa.info/id/50005
[3] http://hukum-islam.com/2013/06/bagaimanakah-hukum-puasa-ramadhan-bagi-ibu-hamil-menyusui/

Rabu, 17 Juni 2015

Babymoon to Singapore #3: Museum Trip di Sentosa Island

Assalamu'alaikum semuaaa...
Hari Senin adalah hari terakhir aku dan suami bisa jalan-jalan sebelum pulang ke Indonesia Selasa siang. Kegiatan kami hari itu berpusat di Sentosa Island. Sentosa terkenal akan Universal Studio-nya, juga resort mewah di tepi pantai. Tapi tujuan kami adalah: Images of Singapore, Madame Tussaud, dan Trick Eye Museum. Ketiga museum ini, kemungkinan nggak akan kami kunjungi kalau sudah ada bayek.

Jadi pajangan di dalam snow ball!

Kamis, 28 Mei 2015

Babymoon to Singapore #2: Gardens by The Bay

Assalamu'alaikum...

Tahun lalu, aku dan keluarga sempat mengunjungi Gardens by The Bay, muter-muter gratis. Namun sebenarnya di sana ada objek berbayar yang menarik untuk dikunjungi: Flower Dome dan Cloud Forest. Keduanya berupa kubah raksasa berpendingin, berisi aneka tumbuhan dari berbagai belahan dunia. Karena penasaran, kami berniat ke sana!

Ihik. Yang lagi pacaran (halal) di Flower Dome.
Harga tiket masuk ke 2 kubah tersebut adalah S$ 28 per orang (sumber: Ticketing online Gardens by The Bay). Kami beli tiket online untuk menghindari antrian karena jadwal kami ke sana adalah hari Minggu yang pasti rame. Eh tapi kata kakak ipar, kalo beli tiketnya di Changi sering ada promo diskon. Yaweslah gak papa, terlanjur beli. Nah, worth it ga sih harga tiket S$ 28 buat wisata di sana?

Senin, 18 Mei 2015

Babymoon to Singapore #1: Prolog dan Persiapan

Assalamu'alaikum penonton!
Seminggu lalu, aku dan suami berlibur singkat ke Singapura, walau kondisi sedang berbadan dua *eaaaa.... Rencana perjalanan ini tercetus hanya dalam waktu seminggu sebelum berangkat. Gara-garanya: denger info ada festival Tulipmania di Gardens by The Bay Singapura hingga 10 Mei 2015! Aih mepet! Suamiku, ke sana yoook!!!!

Berhubung sejak hamil aku nggak pernah ngidam aneh-aneh, cuma ngidam liat bunga tulip aja (:p) suami pun mengabulkan permintaan istrinya. Ditambah, kami sudah rindu jalan-jalan berdua... yang mana tak lama lagi sepertinya sulit untuk dilakukan. Alhamdulillah aku sudah mengantongi surat keterangan dari obgyn bahwa aku boleh naik pesawat. Maka bismillah, rencana bisa dijalankan!

Tulipmania festival tulip Singapore
Melihat tulip di Festival Tulipmania 2015, hari terakhir!

Selasa, 05 Mei 2015

OOTD: No Iron Cardigan and Skirt

Assalamu'alaikum,
Beberapa minggu lalu, aku datang ke event launching jam tangan premium Sophie Paris di Kuningan Suites, Jakarta. Di sana ketemu Ola, yang bawa kamera! Alhamdulillah bisa nebeng foto OOTD :p Hotel ini, kafe-kafenya cukup keren buat bernarsis-ria.

Nggak sadar kita matching biru-biru ama backdrop

Behind the Scene:
Pada hari H sebenernya agak ragu untuk datang, karena ada Konferensi Asia Afrika di Jakarta, dimana jalan-jalan ibukota banyak yang ditutup. Udah kebayang aja kejebak macet atau nggak dapat angkutan umum, karena pas jadwal penutupan jalan, busway pun nggak boleh beroperasi di jalan tersebut.