Saturday, January 31, 2015

EF#4 Three Wishlists From Doraemon's Magic Pocket

This week's English post challenge is quite difficult because: (1) the topic is unusual to my blog, (2) I should pick JUST ONE gadget? Oh please, Doraemon has looootttsss of interesting tools! I'm confused which one I like the most :D Hehehehe...

Doraemon is like my childhood friend. In the early 90's, I met him every Sunday morning in front of the TV. Now I have 3 favorite items I would like to grab from Doraemon's pocket:

1. Anywhere Door

This magic door is the answer of every traveler's dream: go around the world with minimum budget. No need to buy airplane ticket. No need to book a hotel (you can sleep in your own bedroom in your house. And we will not worry about getting lost. I bet many BEC members also write about Anywhere Door ;)

2. Time Furoshiki

As a clumsy person, I tend to lose my grip when I hold something. For example, my ceramic bowl slipped from my hand and broke apart. My cellphone fell down a day after I bought it, and got chipped at its corner. Time Furoshiki is a piece of cloth that can turn an item to newer or older condition. I need this cloth to fix my bowl and cellphone. Oh, and also for the seeds I planted outside my house, it will be nice if they grow faster. Let's cover them with Time Furoshiki!

3. Projection Camera

Nah, this tool is perfect for a girl who loves to play dress up :D
Source of picture
We can draw clothing pictures, or cut dresses' photos from magazine. Then we put the pictures on Projection Camera, aim and shoot! Voila! The person will be wearing a new outfit. If I can have this clothes-changing-camera, I will never feel like "I have nothing to wear" again. Ah, women.

By the way, I am totally aware that none of these items are logical. But however, I am impressed at how Fujiko F. Fujio uses his imagination. He's so creative! So, what tools do you like the most from Doraemon's pocket? 

Tuesday, January 27, 2015

Tanda-tanda Salah Pakai Warna Jilbab

Sebelum ngerti teori warna hangat dan dingin, kalau mau jilbaban aku comot aja apa yang ada di lemari. Pilihan biasanya jatuh di warna pink pucat, coklat muda, dan abu-abu karena netral. Tapi kalau lihat foto-foto pakai jilbab warna tersebut, mukaku kelihatan pucat, kusam dan nggak sehat!


Kadang ketika mencoba warna jilbab, baju, atau lipstik, ada teman yang bilang, "Kamu sih cocok pakai warna itu... Kamu 'kan kulitnya putih..."

Eitssss jangan salah, teori warna ini bukan dilihat dari kadar gelap dan terang kulit. Yang menentukan adalaaah... Rona kulit! Coba googling warm and cool skin tone, pasti banyak website yang mengulasnya.

Untuk contoh, di foto atas aku sandingkan Ria Miranda (RM) the pastel queen dengan Jenahara (JH) yang biasanya pakai jilbab hitam:
  • Menurutku nih yaaaa, RM lebih 'bersinar' ketika pakai warna krem hangat. Di foto RM yang kedua, dengan inner jilbab agak kebiruan (warna dingin) dan warna lipstik pink dingin, RM terlihat agak pucat.
  • Sedangkan JH terlihat 'terbakar' dengan warna merah hangat, namun cocok banget dengan jilbab ungu muda (dingin) dan lipstik pink dingin.
  • Tapi pada dasarnya mbak-mbak dua ini memang sudah kece sih, pakai warna apapun ga masyalaaaah...
PS: Kepada mbak RM dan mbak JH, maaf yaaa kalau foto-fotonya dibuat contoh dan dikomentari seenak saya >_< Karena signature look-nya sangat khas, jadi lebih mudah untuk perbandingan...

 

Tanda-tanda Warna Jilbab Tidak Sesuai

  • Ada yang tanya, "Kamu sakit ya?"
  • Ketika bercermin, sesuatu tampak salah
Tapiiii ketika kamu pakai warna yang sesuai rona kulit, bisa jadi ketika bertemu teman, kamu dipuji makin cantik & segar. Nah kalau sudah dipuji gini langsung catat, kamu lagi pakai warna apa :D

 

Cara Mengetahui Skin Tone Untuk Menentukan Warna Jilbab

Untuk tahu skin tone-mu, ada beberapa langkah mudah:
  1. Lihat pergelangan tangan bagian dalam, ada urat-urat nadinya 'kan? Apakah warna urat yang dominan adalah biru? Berarti kamu punya cool skin tone. Tapi kalau lebih banyak urat yang hijau, kamu tergolong warm skin tone. Nah kalo biru dan hijau sama banyaknya gimana? Probably you're neutral!
  2. Jenis perhiasan apa yang bikin kamu lebih glowing? Apakah perhiasan silver? Maka kamu punya cool tone. Atau perhiasan  emas? Maka kamu punya warm tone. Terlihat bagus pakai dua-duanya? Congratulation, you're neutral!
PS: di komen, Lia bilang skin tone di lengan beda dengan skin tone di wajah. Ini bisa juga terjadi ^_^ Kalau begini sih tinggal diingat-ingat aja warna jilbab yang paling 'appealing' pas kita pakai hehehee

Jika sudah ketemu skin tone-nya, ini panduan warna jilbab / lipstiknya :D
Skema warna diambil dari sumber ini.

 

Untuk Mengakali Warna yang Kurang Cocok

Kadang, mau nggak mau kita harus pakai warna jilbab yang bikin kulit kita terlihat kusam ya. Misalnya, aku tau kalau aku pakai warna jilbab abu-abu pasti kelihatan kayak belum mandi (hahaha). Buat ngakalinnya, aku pakai lipstik warna pink fuchsia supaya lebih segar :p Kesimpulannya:
  • Gunakan makeup! Misalnya foundation untuk 'menetralkan' rona wajah atau lipstik yang bikin kamu kelihatan lebih glowing
  • Pakai inner jilbab yang sesuai warna kulit, karena inner-lah yang membingkai wajah
  • Kalau terlanjur difoto, edit aja pencahayannya jadi lebih hangat/dingin, kurangin warna merah atau biru-nya, atau kalau perlu pakai efek lomo :p
Foto bonus: kumpulan foto kiri, ane lagi pakai warna hangat - kanan, ane pakai warna dingin. Rasa-rasanya sih lebih pantes di warna dingin heheheeee...
Kamu punya pengalaman tentang warna jilbab? Warna apa yang secara nggak sadar ternyata bikin kamu lebih cakep? ^^

Sunday, January 25, 2015

Review: Ariel Impulse Homme Eau De Parfum

Kali ini, aku berkesempatan mencoba wewangian baru: Ariel Impulse Homme eau de Parfum dari Sophie Paris. Pertama ditawari, kukira maksudnya Ariel dari Little Mermaid-nya Disney :)) *maklum diam-diam ada jiwa ke-princess-princess-an hehehe*. Tapi di judul parfumnya ada kata Homme-nya, yang dalam bahasa Perancis artinya "Pria". Berarti, Ariel sang penyanyi! Baiklah, parfum ini jadi rejekinya pak suami ya!


Siapa nggak kenal Ariel, vokalis band Noah, yang dulunya ngetop dengan bendera Peter Pan. Meskipun agak kontroversial dengan kasus videonya dan sempat masuk penjara, toh akhirnya Ariel bangkit lagi dan nggak kehilangan pesonanya. Tetep digandrungi ribuan fans-fans ceweknya! Hayooo kamu termasuk yang suka lagu-lagunya Ariel nggak?

Sophie Paris menggandeng Ariel untuk meluncurkan parfum baru. Kabarnya, Ariel sendiri yang memilih mau ada wewangian apa di dalam parfum ini. Yak, mari kita coba!

Kemasan
Parfum terbungkus dalam box hitam yang elegan. Ternyata, botolnya dari plastik. I think if it were made of black glass it would be more luxurious. Namun untuk 60 ml parfum, nggak mungkin seberat itu. Sepertinya kemasan paling dalam adalah kaca, lalu dilapisi kemasan plastik?!? Positifnya, kemasan plastik nggak gampang pecah kalau jatuh.


Satu hal yang paling disuka adalah tutupnya yang bermagnet. Ketika didekatkan ke mulut botol, tutupnya otomatis langsung tertarik dan berbunyi "KLIK" (puas banget dengernya hehehe)! Model tutup seperti ini menjamin si tutup nggak gampang lepas dan hilang :)

Aroma
Karena penasaran, aku menyemprot parfum ke lenganku. Lalu pak suami protes, "Kamu ngapain pake parfum cowok? Baunya cowok banget, tau.. Nggak mau peluk ah, berasa meluk cowok.." Wahahahaha...

Memang parfum ini wanginya maskulin, cowok banget! Seperti paduan citrus dan kayu-kayuan. Ternyata detail aromanya dijelaskan di kemasan:
A perfect blend of bergamot, ginger, cardamon, wine, musk, cedar and amber giving the taste of energy, success, elegance and comforting warmth and joy!
Yang disuka adalah, wanginya nggak menyengat & bikin pusing. Segar, hangat, melambangkan pria yang punya selera dan sudah mapan *ecieeeeehhh... Pak suami mencoba parfum ini disemprotkan di baju, 6 jam kemudian wanginya masih tercium :)

Komposisi
Di label, tertulis komposisi: Ethanol, Fragrance, Diethyl Phthalate, Hexamethylindanopyran, Ethylene Brassylate, Musk Ketone.

Kesimpulan?
Suka:
  • Desain kemasan simpel & elegan
  • Tutup botolnya seru!
  • Wanginya cocok buat laki-laki yang nggak suka parfum menyengat
  • Aromanya cukup tahan lama
  • Di kemasan ada keterangan Expired Date, jadi jelas masa pakainya :)
Nggak suka:
  • Ada bahan musk ketone, pewangi sintetis yang sebaiknya dihindari ibu hamil dan menyusui
Semoga reviewnya bermanfaat ^^

Friday, January 23, 2015

EF#3 How Gadget Affects My Marriage Life

UPDATE 28/01/2015: I made some corrections in my post, as my post was one of four articles that were discussed at BEC group. Thank you mbak Eva and mbak Lorraine who corrected my grammar mistakes and wrong words ^_^ I should pay attention in my consistency of present and past tense!
---

This post is another Blog English Club (BEC) 'English Friday' challenge!! :D This week's topic is How Gadget Affects Our Life, which idea was submitted by Ola in BEC whatsapp group. Since "Our Life" is too expansive, I will limit my scope to... my marriage!

At the beginning of my marriage
After our first dinner as married couple, I told hubby, "Let's put away our cellphone and have quality time." We ignore (IGNORED) some BBM and whatsapp from friends and colleagues saying congratulation (CONGRATULATIONS) for (ON) our marriage (WEDDING), because replying them can (COULD) take hours :D It would be silly if a newlywed couple is busy with themselves, staring at their own gadgets!

Honeymoon with minimum usage of gadget! Errr... is camera categorized as 'gadget'?

Confession: At Changi airport's computer during honeymoon, I updated my Facebook status to "Married". Somehow I felt guilty if I didn't do it. And when I received wedding pictures 3 weeks later, I felt obligated to upload them. Spent hours of sitting in front of my laptop >_< That's a prove that I was being invaded by gadget. But I felt contented and happy with my new life, that I rarely opened my social media (except for uploading wedding pictures).

After some months being married
Each time hubby is out of town for work, gadget becomes our savior. Our generation is lucky to have such technologies. When our parents were young, the only way to connect with their loved ones is by writing mail or telegram (phone calls were expensive). Now there are lots of free application to call someone from handphone or laptop :D

Confession:
  1. At this phase, we started (START) to use our gadget in our quality time. Going to a cafe? Gadgets are put on the table. Food come? Take a picture first!
  2. We like to spend time together watching youtube or scrolling funny pictures in instagram, and laugh together until our stomachs hurt :p 
  3. At times when I drowned too much in (WHEN I WAS BUSY WITH*) my social media life (blogging, taking pictures for instagram, replying comments, reading whatsapp messages), I forgot to do my daily task as a housewife :( This is not good!
*drowned tidak tepat digunakan. Never ever translate from Indonesian, because it won't work.

What I hope for the future
First, I want to fix my previous confession number 3 (about the lack of time management in using gadget). I've wrote about it in my post to be more productive.

Second, if Allah answers our prayer to have children, I will not ignore my children by using gadget in front of them. Also, I will not use gadget as a 'digital baby sitter' to make my baby quite (QUIET) when they are bored. I read in some research, gadget shouldn't be given to child under 2 years old! I hope me and hubby can stick with this rule when that time comes :)

PS: Sorry for this very long post. I planned to write it simple, but my mind kept running and my hands kept writing :)))

Thursday, January 22, 2015

Tour To Berlin Day 2

Setelah foto OOTD di depan hotel, tur kami berlanjut ke tembok Berlin. Kata mas tour leader, "Nah, kemarin kita sudah lihat tembok Berlin menjelang sunset. Hari ini kita lihat pagi-pagi, pas salju turun lho, bapak ibu!"
Suasana kota yang mulai bersalju, dijepret dari dalam bus
Setibanya di tembok Berlin, rombongan salah fokus. Kami malah foto-foto di seberangnya si tembok: ada lapangan tertutup salju. Yang paling senang tuh si N, keponakanku. "Main saljuuuu!!!"

Beautiful, mysterious white trees
Gerbang Brandenburg
Holocaust Memorial, tempat mengenang korban pembantaian di masa Nazi. Ini bukan makam lho, hanya monumen saja.

Istana Charlottenburg

Istana Charlottenburgh
Yup, di Berlin ada istana! Sayangnya, di dalam istana nggak boleh foto-foto. Jadiii saya comot gambar dari sini untuk memberikan gambaran ke pembaca, gimana sih di dalam istana?

Sumber gambar
Wewww, coba pake baju princess ya di sini!!!! *Lalu menari berputar-putar*

BTW, menurut penjelasan tour guide, style dekorasi di istana adalah Baroque dan Rococo. Baroque bisa dilihat dari ornamen & ukiran yang mewah, lukisan dan karya seni yang megah. Nah kalau Rococo itu muncul setelah periode Baroque, melawan ke-simetris-an Baroque dan ukirannya memakai lebih banyak lengkungan & warna emas :) Hayo yang di foto atas itu gaya Baroque atau Rococo? Aku juga masih susah bedainnya sih, tapi sepertinya Rococo. Arsitek mana arsitek... Pasti diajarin beginian ya?


Di belakang istana terdapat taman, yang saya yakin kalau nggak winter pasti cantik sekali. Kalau winter kan pohon-pohon kehilangan daun, bunga-bunga tak mekar, matahari pun tak menampakkan sinarnya *halah opo ae toh Yak sok puitis gini.


Pukul 11, Christmas Market di depan istana dibuka. Suasananya meriah sekali! Aku, suami dan adek ipar yang doyan jajan langsung hunting camilan. Kami beli roti manis khas Ceko dan crepes. Sayang, penjual crepes-nya judes banget waktu meladeni kami (padahal ke pembeli lain ramah-ramah aja, mungkin karena kami bukan orang Jerman?). Tapi rasa sakit hati nggak perlu lama-lama, karena langsung dilanjutkan makan crepes manis isi nutella :p


Salah satu kios Christmas Market menjual rumah-rumahan porselen. Lucu!!!
Cheers!
Lalu tur dilanjutkan ke objek yang paling ditunggu-tunggu: Makan Siang! Heheheh... Yaaaa seperti bisa ditebak kalau ikut tur, menu makan siangnya adalah.. Chinese food :D

Highlight tour / most interesting place of the day: Istana Charlottenburg.
Bye for now, cerita perjalanan masih amat sangat panjang... Kalo dicicil bisa buat stok postingan blog sampai akhir 2015 kali ya :p

Monday, January 19, 2015

OOTD: Houndstooth for Winter

Waktu sarapan di hotel Berlin hari kedua, aku lihat ke jendela ada putih-putih jatuh dari langit. Wah, salju turun! Hebohlah daku ngasih tau anggota keluarga yang lain. 

Sambil menunggu bus berangkat tur, kami foto-foto dulu. Outfit Of That Day (OOTD) pakai sweater motif houndstooth punya ibuku dan dalamannya kaos heattech fleece dari Uniqlo. Dalaman heattech Uniqlo lumayan hangat lho! Recommended kalo mau dipakai di negara musim dingin.

Kali ini ngikutin tips 'lepas jaket' waktu foto OOTD :p Alhamdulillah masih bisa nahan dinginnya 2 derajat celcius...
Mbak ipar dandanannya kece pake coat merah & rok tenun...
Tuh saljunya keliatan kan?



Lipstick: NYX soft matte lip cream warna Addis Ababa
Ada temen tanya di instagramku, kok foto-foto liburanku pake rok mulu. Sebenernya emang sedang mencoba lebih banyak pakai rok sih dengan alasan ke-syar'i-an, meskipun masih sering pake celana juga (aku clumsy gampang banget kesrimpet, rok nyangkut di eskalator lah, rok keinjek trus kotor kena tanah lah). Nahhh di hawa dingin ekstrim gini, pakai rok justru bisa lebih hangat lho. Caranya, lapisan pertama pakai longjohn, lapisan kedua pakai celana training/legging tebal, baru deh lapisan ketiga pakai rok. Dan masih bisa dilapis-lapis lebih banyak lagi lho. Beda kalau pakai celana jeans, baru didobelin longjohn aja udah sesak banget dan nggak nyaman. Aku juga pernah sih pas ke Korea pakai celana training tebal (dobel longjohn), lebih nyaman daripada celana jeans. Tapi di foto aneh banget paduan celana training + boots :))) Makanya jadi pelajaran pas ke Eropa ini udah siap-siap bawa beberapa rok :D

Pelajaran berikutnya adalah soal lipstik! Hahahaa... Penting banget ya mikirin lipstik buat OOTD. Pengalaman foto-foto liburan yang lalu, muka ane pucat banget! Bibir warna gelap, dikasih lipstik nude difotonya kayak ga pakai lipstik (tetap pucat). Jadi buat liburan kemarin aku bawa lipstik NYX soft matte lip cream warna Addis Ababa fuchsia terang. Dipake rada gonjreng, tapi pas di foto kok lumayan yaaa muka jadi cantik lebih muda kayak fotomodel segeran. Nggak kelihatan gonjreng kan? Misi berhasil! Yaweslah kita akhiri saja ngelanturnya soal per-makeup-an ini :p

Cerita tentang perjalanan hari kedua di Berlinnya bersambung yaaa...