Selasa, 03 Maret 2015

Memasak Spaghetti Pesto dan Pan Fried Salmon

Assalamu'alaikum!
Aku mau share masakan super gampang ala-ala restoran bule: Spaghetti Pesto dengan Pan Fried Salmon :D Kalau di resto, menu seperti ini seporsinya bisa dibanderol Rp 90-ribuan (ya iyalah salmon kan mahal).

Awalnya kepingin masak ini gara-gara lihat daun basil di supermarket. Wah basil cocok untuk pesto! Daun basil di FoodHall sekitar Rp 8.000 seikat. Lalu merembet beli salmon untuk pelengkap. Nahhh salmon ini nih yang mahal. Kalau nggak salah aku beli Rp 60.000 (lupa berapa gram, tapi cukup untuk berdua).

Daun basil, mirip kemangi tapi aromanya beda jauh! Sumber gambar daunnya
Namanya masih newbie di dapur ya, suka galau abis beli sayuran, "Cara menyimpannya gimana supaya nggak layu?" Karena aku beli sudah malam dan baru bisa diolah besok malamnya. Berdasarkan googling, diperoleh beberapa cara.

Cara Menyimpan Daun Basil

  1. Potong akarnya, masukkan batang ke gelas berisi air (batangnya saja yang tercelup), lalu tutupi daunnya dengan plastik. Sumber dari sini. Katanya sih lebih baik disimpan di suhu ruangan daripada di kulkas. Tapiiii ruangannya bule kan dingin ya >_< Di Jakarta mah suhunya anget. Jadi ya aku masukkan kulkas.
  2. Kalau mau lebih tahan lama hingga berbulan-bulan, cuci bersih daun basil, petiki daunnya, susun di dalam jar. Beri olive oil hingga daun tenggelam dan taburi garam. Masukkan kulkas. Sumber dari sini.
  3. Ada juga cara-cara lain seperti membekukan di dalam ice cube tray diisi daun basil dan olive oil, atau dibekukan kering dengan cara menyusun daun basil yang sudah dipetik, dicuci dan dikeringkan di loyang berlapis kertas minyak. Bekukan, lalu keluarkan dari freezer, masukkan dalam wadah kedap udara, dan masukkan lagi ke freezer.

Cara Memasak Pesto Tanpa Kacang Walnut

Setelah punya daun basil dan salmon, bingunglah saya. Resep pesto kan ada kacang walnut-nya! Di mall mau cari walnut di mana? Adanya di toko bahan kue. Untungnya, mbah Google selalu membantu. Aku lupa sumbernya dari mana, tapi intinya sih bahannya begini:

  • Daun basil yang sudah dipetik
  • 2 siung bawang putih
  • Keju parmesan parut (alhamdulillah masih punya stok)
  • Sedikit perasan lemon
  • Garam
  • Blackpepper
  • Olive oil
Cara membuat? Blender saja semuanya! :D Jangan lupa dicicipi, sudah pas belum asinnya. Gampang kaan! Tinggal rebus pasta hingga al dente, saring, lalu campurkan dengan saus pesto.

PS: Sisa saus pesto bisa kamu masukkan kulkas dan dipakai lagi di kemudian hari. Sepertinya dioles ke roti lalu dipanggang juga enak!
PS lagi: Ada nih resep pesto dengan campuran daun basil dan bayam. Enak juga tampaknya!



Untuk salmonnya, cuci bersih salmon, keringkan, lalu dibalur perasan jeruk lemon. Taburi lada hitam & garam. Masak di atas wajan yang sudah panas hingga kulitnya kering (nanti enak deh kulit salmonnya gurih & crispy), lalu balikkan. Kalau sudah matang, warna salmon berubah dari oranye cerah jadi peach muda.

Jadi deh masakan ala-ala restoran barat. Suami doyan banget (dia pecinta pesto!).

Total Pengeluaran:
Basil Rp 8.000
Salmon Rp 60.000
Spaghetti hanya pakai 150 gram +- Rp 4.000
Lemon pakai setengah +- Rp 5.500
Parmesan pakai sejumput +- Rp 5.000
Garam, bawang putih & blackpepper +- Rp 500 (?) hahaha ngaco

Jadi Rp 81.000 untuk BERDUA! Kalau di restoran, 2 porsi mungkin hampir Rp 200.000 ya :D

Rabu, 25 Februari 2015

Lady in Red Roses

Assalamu'alaikum buibuk!

Hari ketiga tur Eropa, aku ada di... Warsawa! Postingan kali ini cukup membahas OOTD (Outfit Of That Day) aja ya. Liputan jalan-jalannya di postingan lain.

Agak sedih juga karena dari 12 hari tur Eropa Timur, foto-foto OOTD yang agak niat cuma di 3 hari pertama :D Selebihnya? Mulai males dandan, apalagi bajunya udah muter pake itu-itu lagi hihiiiii... Capek lah yauw tiap hari angkut-angkut koper pindah hotel pindah kota, ambil baju pun apa yang kelihatan di mata aja.

Aku cukup beruntung dapat scarf dari Kaffah (Siti Juwariyah) waktu acara Kopdar IHB. Dipakailah ke Eropa yayy!! Demi matching-in jilbab, dari Indonesia udah bawa gincu merah (cieh gincu). Pertama kalinya saya pake lipstik merah, sodara-sodara.
Winter hijab style

Awalnya pengen OOTD dengan background gedung-gedung. Aku minta difotoin suami. Kata suami, "Kanan dikit, kanan dikit... Yak, maju dikit..." Jepret jepret. Lahhhh kok jadinya kayak iklan hotel ya, plang-nya terpampang nyata. "Yaaa biar ketauan ada di Warsawa, plang hotelnya ada tulisan War-sa-wa.." kata suami sambil lalu. Yoweslaaaah...

Winter hijab style

Lagi-lagi, karena foto cuma sebentar, saya nggak pakai coat. Sweater merah berbahan wool cukup hangat untuk 5 menit berada di luar ruangan. Saat itu suhunya -2 derajat celcius. Menjelang siang, suhu drop jadi -6 derajat. Brrrr...

Winter hijab style
Winter hijab style

Apakah kalau difoto aku bisa selalu cool seperti contoh-contoh di atas? Oooo tentu tidak! Itu kan demi OOTD aja :P :P :P Kenyataannya sih kesehariannya seperti yang di bawah ini hihihi..
Cheese! Lipstik udah hilang entah kemana *tanyakan pada semangkuk sup, sepiring nasi, dan bersuap-suap ikan steam*
Pelajaran yang dapat diambil?

  1. Sweater wool ternyata terbukti hangat, beda banget sama bahan acrylic yang sering dijual di Indonesia. Di luar negeri, sweater wool bisa lebih murah daripada di Indonesia.
  2. Ternyata pakai lipstik merah nggak papa lho, asalkan noda-noda di muka sudah tercover BB cream :D
  3. Kerudung sifon nggak recommended buat pergi-pergi di musim dingin. Angin dinginnya menembus ke telinga! Tapi aku mengakali dengan pakai ciput + ninja supaya agak tebal. Kalau sudah nggak kuat dingin ya pakai topinya coat ;)

Demikianlah style tips abal-abal dariku ^____^

Senin, 23 Februari 2015

Makan Iga di Warung Leko

Assalamu'alaikum,

Suamiku, tipe-tipenya jarang mencoba makanan baru. Kalau udah nemu resto yang masakannya 'pas di lidah', dijamin bakal ke sana terus :D

Aku pernah nyobain iga penyet sendirian di Warung Leko Mangga Dua, dan cukup suka rasanya. Tapi susah banget ngajak suami ke Warung Leko Rawamangun, padahal lumayan dekat ke rumah. Dia mah kalo jajan doyannya Y*ng Taufu. Sampai suatu hari, pulang nonton fashion show isterinya capek & males masak. Akhirnya suami mau mampir ke Leko!

Tempat parkir Warung Leko Rawamangun tampak rame tiap malam. Begitu masuk... Heran juga ternyata restorannya nggak serame mobil yang parkir. Suami pun amazed, interior restoran cukup nyaman.

Warung Leko Iga Penyet Rawamangun

Aku dan suami biasanya nggak pesan terlalu banyak menu di restoran. Kami pesan 2 menu yang berbeda tapi porsi medium. Iga penyet medium isinya 2 potong iga, sup iga medium juga 2 potong iga. Masing-masing Rp 29.000 saja. Kalau porsi aslinya sih isi 3 potong, tapi kami kan pelit makannya emang nggak banyak. Wong di rumah aja 1 cup beras bisa tahan 2 hari gak habis-habis hahahaa.

Nggak lupa pesan sayur, supaya nggak terlalu merasa bersalah makan berlemak begini. Awalnya kepingin sayur asem tapi kan suami udah pesen sop, masa disuruh makan sayur asem. Pilihan jatuh ke tumis tauge polos. Suamiku gak suka sambal dan terasi.

Iga penyet, sop iga dan tumis tauge Warung Leko
Nasinya separo-separo

Pas menu keluar, agak kaget kok sop iga-nya polos banget? Hahahahaaa... Biasanya kan sop ada wortel, bombay dan daun bawangnya yaaaa... Tapi setelah dicicipin, enaaak kooook...


Dan iga penyetku? Endeuuus... *aduh ngiler deh sambil nulis*

Maap nggak ada review minuman karena kita pesannya air mineral berhubung pelit irit jaga kesehatan. Apa yang mau diceritain dari air botolan? Hahahaaa..

Dekorasi lampu di langit-langit restoran
Pulang dari Warung Leko, perut kenyang hati senang.
"Mbaleni nggak?" ("Mau balik makan ke sini lagi nggak?"), tanyaku.
"Mbaleni donk!"

Alhamdulillah berarti Warung Leko lolos seleksi jadi resto yang bisa sering dikunjungi *kalau lagi kepingin iga penyet / sup iga*

Harga: 40 - 50ribu / orang
Suasana: okeeee
Rasa: enaak
Mbaleni: iya!

Warung Leko, Jalan Pemuda Raya No.291, Pulogadung, Jakarta Timur

Jumat, 20 Februari 2015

The Girl in The Green Scarf

Assalamu'alaikum,

Jumat, di blog ini harusnya jadi hari untuk post miscellanous stuffs seperti tentang blogging ataupun DIY. Cuma karena lagi kena writer's block di topik tersebut, aku posting OOTD aja deh ya. Postingan OOTD itu paling gampang - asal ada stok foto! Huahahha...

Hari ketiga liburan di Eropa. Dari Berlin, kami menempuh perjalanan menuju Krakow, Polandia. Sudah bisa dipastikan, hari itu nggak akan ada jalan-jalan ke objek unyu, karena seharian akan dihabiskan di dalam bus. Jadi, pakai bajunya yang nyaman-nyaman aja.

Eh ternyata bus berhenti di gas station yang pemandangannya super keren! Rumput bersalju, ranting pohon berbunga es. Dramatis! Untung udah pake pensil alis dan eyeliner hahahahaa jadi langsung turun bus buat foto-foto!
PS*: Peserta tur lain juga foto-foto kok, bukan cuma aku *pembelaan* :p

OOTD dengan items super basic.
Green scarf Matahari Dept Store, sweater hitam dari FO, rok motif dari Hijabenka. Tasnya juga beli di Hijabenka :D
Berhubung turun bis cuma 5 menit, aku berani nggak pakai coat. Pakai syal aja deh hihihiii...
Cecentilan sama ipar
Namun di negara winter bersuhu minus, jangan harap keluar lebih dari 5 menit tanpa outer coat / parka. Siang hari, kami tiba di kota Poznan, Polandia, dan berjalan untuk makan siang. Tentu pakai coat donk!
Coat boleh beli di FO Livingroom di Bogor

Saat hawa makin dingin, syalnya ikut dipakai. Nggak usah dipajang di blog lah fotonya, mirip buntelan bantal diikat syal :)))

Bonus: Foto Penampakan Kota Poznan

Poznan ini seperti kota tua, banyak bangunan ala Eropa yang terbengkalai. Beberapa lorong jalan mengingatkan kepada settingan kota di film-film berhantu hahahaha...


Yak sekian dan terima kasih. Buat yang penasaran, kenapa aku liburan pake rok, silakan baca postingan ini. Atau klik di sini buat yang pengen tau tips beli jaket untuk winter. Promosi blog boleh donk yaaa ;D

PS**: Ada yang ngeh nggak sih, The Girl in The Green Scarf itu tokoh di film apa hayooo?

Rabu, 18 Februari 2015

Ria Miranda, Restu Anggraini, and Jenahara for Zalora

Assalamu'alaikum,
Alhamdulillah, lewat kenalan di IHB, aku dan teman-teman bisa dapat undangan dari Restu untuk menghadiri event Zalora Muslim Spring Collection 2015 di Potato Head SCBD kemarin sore :)
Foto dulu di lorong menuju Potato Head. Lokasinya bagus ya! Lantai bermotif & chandelier-nya bikin suasana dramatis hehehe
Aku datang bersama Putri, dan sampai di sana ketemu mbak Witha. Bertigaan terus deh sampai acara dimulai ^^

Zalora menggandeng Ria Miranda, Jenahara, juga Restu Anggraini untuk meluncurkan koleksi ready-to-wear yang dijual eksklusif di web Zalora. Keren ya tiga desainer muda ini! Aku sempat memotret beberapa koleksi yang dipamerkan:

Senin, 16 Februari 2015

Sore Romantis di Berlin Zoo

Assalamu'alaikum :)

Lanjutan hari kedua tur di Berlin, ada waktu bebas dari jam 3 hingga jam 5 sore. Sebagian peserta tur di-drop di Hard Rock Cafe Berlin untuk bersantai (di seberang Hard Rock katanya juga ada gereja, bisa dikunjungi bagi yang ingin ibadah atau melihat-lihat). Aku, suami, dan ipar memilih untuk wisata ke Berlin Zoo karena kan ada N - cari objek wisata yang edukatif. Untungnya mas Pewe, Tour Leader dari Avia baik banget, kami diturunkan tepat di depan zoo sementara bus lanjut ke Hard Rock :D
Ke Zoo ini atas rekomendasi local guide (sorry Mr! I forgot your name >_<), sekalian dia mau pulang, kita dibantu beli tiket masuk.
Penasaran donk gimana rasanya masuk ke kebun binatang outdoor, pas winter pula. Harga tiket masuk ke Zoo untuk dewasa €12.50, sementara anak di bawah 6 tahun gratis!

Sore-sore musim dingin, kebun binatang di tengah kota ini sepi. Matahari terbenam pukul 4 sore, jadi waktu kami sampai di sana, langit sudah mulai merah, tanda ia bersiap sunset. Ditambah dengan pemandangan pohon-pohon yang sudah nggak berdaun, gimana nggak romantisssss kedinginan berdua suamik gini :))))
Bagi yang penasaran OOTD sebelum saya jadi buntelan bantal begini, monggo klik post ini. Yeppp hawa sorenya beku banget! Lupakanlah dandanan modis!
Namun semua keromantisan itu hilang begitu masuk kandang gajah.
Bauuuuu! Campuran bau t*i gajah dengan rerumputan lembab makanan gajah :)) Saking nggak kuat baunya, aku tahan napas, jepret bentar, lalu lari terbirit-birit keluar kandang meninggalkan suami dan para ipar. Duh jangan-jangan tanda-tanda hamil muda ya sensitif sama bau-bauan *padahal belum hamil *eaaa geer banget

Jadi, di musim dingin, beberapa hewan yang nggak tahan dingin (terutama hewan dari negara tropis) dimasukkan ke kandang khusus. Kandangnya besar dan manusiawi kok (hmmm istilah manusiawi buat hewan apa ya? Berperikebinatangan?).

Kalau flamingo sih tetep dibiarkan bebas di luar. Ain't they pretty in pink???

Bertemu Orang Utan Gondrong

Salah satu yang paling berkesan di Berlin Zoo adalah ketika masuk lokasi hewan primata. Ada makhluk besar gondrong, yang mukanya nggak asing. Kayaknya pernah kenal deh.


Meet the orang utan! 
Orang utan Berlin Zoo
Ciluuuukkk...
Baaaa...
Orang utan Berlin Zoo
Speechless. Orang utan kan asli Indonesia ya. Tapi seumur-umur baru kemaren itu lihat yang gondrongnya ngalah-ngalahin pel-pelan. Aku takjub ngeliatin dia jalan berputar-putar di kandangnya, tiap jalan rambutnya menyapu lantai. Dalam hati nggak tega, kok kasihan ya, dilihatin orang, dipotret-potretin (termasuk aku motret huhuhu). Kebayang nggak sih kalo kamu dimasukin ke kotak kaca lalu dijadikan bahan tontonan?

Tapi mungkin dengan masuk ke kebun binatang gini, hidupnya lebih terjamin. Diberi makan, dirawat dengan baik. Bisa jadi kalau di alam liar dia diburu :(

Oiya, di foto, si orang utan nggak kelihatan besar ya. Padahal aslinya besaaaarrrrr banget. Mendadak inget film King Kong deh.

Pemandangan Indah di Berlin Zoo

Karena harus move on, nggak mungkin aku terus-terusan merenung lihatin orang utan. Lanjutlah kami jalan-jalan ke luar lagi. Let's enjoy the scenery!

Akhirnya jam 4an sore matahari terbenam. Foto-foto nggak ada yang bagus lagi karena gelap, dan di dalam zoo nggak ada lampu menyala. Bagus juga sih, jadi mendekati suasana alam yang sesungguhnya, nggak bikin para binatang bingung cahaya.

Hawa makin nyelekit dingin, kami pun bergegas keluar kebun binatang dan mampir toko souvenir di luar zoo untuk menghangatkan badan. Oiya, toko souvenirnya bukan miliknya zoo, jadi nggak ada pernak pernik ala hewan bonbin. Bye bye Berlin Zoo. It was a nice experience to visit you :)